Jumat, 12 Februari 2016

My Pincess (Prolog)

Prolog

Ia terus berlari dan berlari tanpa menoleh ke belakang. Sesekali terdengar rintihan dari mulut mungilnya, namun ia tetap tak menghentikan langkahnya. Karna ini menentukan hidup dan matinya. Tak terasa kini lagkahnya mulai melemah, peluh membanjiri sekujur tubuhnya dan sesekali ia mengusap keringat yang hampir menetes dari dahinya. Tak peduli tenggorokannya yang sudah kering dari tadi, yang dipikirkan sekarang adalah ia tak ingin apapun yang mengejarnya saat ini menangkapnya. 

Karna terlalu sibuk bergulat dengan pikirannya, ia tak sengaja menyandung batu besar yang membuatnya jatuh tersungkur. Sialnya, ia terjatuh di depan sepasang kaki yang dibalut sepatu hitam mengkilat. Dan saat ia mendongkakan wajahnya, nafasnya tertahan. Ia merasa semua udara di sekitarnya tersedot oleh mahluk di depannya ini.


Parah, hanya itu yang dapat dilakukannya ketika melihat sringai yang terlukis di wajah mahluk itu.

"THIS IS END OF MY LIFE" batinnya